Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Pisau Itu Digenggam di Hati Sendiri

Syekh Bali berkata, ujian itu ada pada dua orang — pada kesabaran sang ayah, dan pada kepasrahan sang anak. Sulit dikatakan mana yang lebih menakjubkan.

ruqyahpenyucian dirisabartahajud
Isi artikel
  1. Bagaimana Ujian-Ujian Itu Datang
  2. Penjelasan Syekh
  3. Dalil — Orang yang Menyerahkan Dirinya
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Syekh Bali berkata, ujian itu ada pada dua orang — pada kesabaran sang ayah, dan pada kepasrahan sang anak. Sulit dikatakan mana yang lebih menakjubkan.

Bagaimana Ujian-Ujian Itu Datang

Ujian datang silih berganti. Dilemparkan ke dalam api — beliau lulus. Berhadapan dengan penguasa terbesar pada masanya — beliau lulus. Bertahun-tahun tanpa anak — beliau bersabar.

Lalu anak pun lahir. Belum lagi rasa cinta itu tumbuh, datang perintah — tinggalkan dia di padang pasir. Itu pun beliau lakukan.

Ketika sang anak sampai pada usia dapat berjalan bersama ayahnya, datanglah ujian yang paling berat — dalam mimpi beliau melihat bahwa beliau menyembelih anaknya. Dan mimpi para nabi adalah wahyu.

Beliau membawa anaknya pergi jauh — jauh dari orang-orang yang dikenal, jauh dari ibunya — lalu menyampaikan hal itu.

Penjelasan Syekh

Jawaban sang anak — “Wahai Ayah, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”

Syekh Bali menunjukkan satu sisi yang halus — sang ayah tidak berkata “Aku diperintahkan menyembelihmu”, melainkan berkata “Aku melihat dalam mimpi”. Namun sang anak tidak berkata “Lakukanlah apa yang engkau lihat dalam mimpi” — ia berkata “Lakukanlah apa yang diperintahkan.”

Karena Ismail 'alaihissalam telah memahami bahwa ini adalah perintah Allah — datang dalam bentuk mimpi agar lebih mudah bagi sang ayah. Kisah ini diuraikan secara rinci dalam Surah Ash-Shaffat.

Dalil — Orang yang Menyerahkan Dirinya

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌۭ فَلَهُۥٓ أَجْرُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Surah Al-Baqara 2:112 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Pisau itu tidak jadi menyembelih. Allah memanggil dan berfirman — engkau telah membenarkan mimpi itu. Kemudian Ismail 'alaihissalam ditebus dengan sebuah kurban yang agung. Keduanya lulus dalam ujian.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Anda tidak diminta menyembelih anak — Anda diminta menyembelih hawa nafsu.
  2. Bangunlah di akhir malam dan salatlah dua rakaat — inilah ujian Anda.
  3. Berpuasalah satu hari karena Allah, dan bersedekahlah dari harta Anda sendiri.
  4. Berdirilah di saf pertama dalam salat fardu — artinya, jadilah hamba yang berserah diri.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi secara berkelompok dengan raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session lewat pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Al-Qur'an Ruqyah Healing Center

Baca juga