Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program ruqyah

ruqyah

Ibrahim 'alaihissalam di kursi terdakwa

Syaikh Bali berkata, kerumunan inilah yang memang diinginkan Ibrahim 'alaihissalam — kesempatan untuk menyampaikan dakwah tauhid kepada semua orang sekaligus.

ruqyahtauhidIbrahim 'alaihissalamkeberanian
Isi artikel
  1. Gambaran peristiwanya
  2. Penjelasan Syaikh
  3. Dalil — di tangan siapa manfaat dan mudarat
  4. Yang perlu dilakukan
  5. Kursus ruqyah bulanan

Syaikh Bali berkata, kerumunan inilah yang memang diinginkan Ibrahim 'alaihissalam — kesempatan untuk menyampaikan dakwah tauhid kepada semua orang sekaligus.

Gambaran peristiwanya

Sang hakim bertanya — Wahai Ibrahim, benarkah kamu yang melakukan ini terhadap sesembahan kami?

Jawabannya di luar dugaan — ‘Bahkan patung yang paling besar inilah yang melakukannya; tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.’

Seluruh orang terdiam. Berhala yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak bergerak — kapaknya justru diletakkan di bahunya!

Syaikh Bali berkata, melalui satu kalimat ini saja Ibrahim 'alaihissalam ingin membuat mereka mengucapkan tiga hal dengan mulut mereka sendiri.

Penjelasan Syaikh

Mereka sendiri akhirnya berkata — ‘Kamu tahu sendiri, mereka tidak berbicara.’

Syaikh berkata, inilah yang ingin dikeluarkan oleh Ibrahim 'alaihissalam. Yang tidak berbicara sama sekali, bagaimana mungkin mencipta, bagaimana mungkin memberi rezeki? Bahkan kalian justru lebih mulia daripada mereka — namun kalian tetap menundukkan kepala di hadapan mereka.

Pertanyaannya kemudian menjadi semakin tajam — kalian menyembah sesuatu yang sedikit pun tidak memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan mudarat? Tidakkah kalian mengerti? (Surah Al-Anbiya)

Dalil — di tangan siapa manfaat dan mudarat

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّۢ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍۢ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Surah Al-An'aam 6:17 — Indonesian Islamic Affairs Ministry)

Karena tidak memiliki dalil, mereka berlindung pada kekuatan — ‘Bakar dia!’ Syaikh Bali berkata, inilah siasat orang yang lemah. Lalu Allah memerintahkan api agar menjadi dingin dan menyelamatkan.

Yang perlu dilakukan

  1. Jelaskan dengan alasan yang masuk akal, bukan dengan amarah — jika dalil ada, tidak perlu meninggikan suara.
  2. Pemilik manfaat dan mudarat hanyalah Allah — dengan keyakinan inilah banyak rasa takut akan sirna.
  3. Setelah memahami kebenaran, janganlah tetap bersikeras; kekeraskepalaan itulah yang menenggelamkan mereka.
  4. Sebesar apa pun bahayanya, api pun tidak berada di luar perintah Allah — ingatlah hal ini.

Kursus ruqyah bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi tersendiri untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis seharga 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam kelompok bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk setiap masalah yang berbeda ★ Bagian panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syaikh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Pusat Penyembuhan Ruqyah Al-Qur'an

Baca juga