Artikel ini disusun oleh Raqi Faisal Ahmed Sabit. Jika Anda menemukan kesalahan, silakan kirim pesan (DM) kepada kami melalui WhatsApp +880 1886-608999. Baca naskah asli berbahasa Bengali → Terjemahan makna Al-Qur'an: Indonesian Islamic Affairs Ministry.

← Program Ruqyah

ruqyah

Jika Berkata Jujur, Usaha Ayah Terhenti

Ibrahim ('alaihissalam) tahu bahwa membuat berhala adalah sumber penghasilan terbesar ayahnya. Namun beliau tetap membuka mulut, dan beliau berbicara dengan bahasa yang paling lembut.

ruqyahtauhidIbrahim 'alaihissalamdakwah
Isi artikel
  1. Gambaran Kejadiannya
  2. Penjelasan Syekh
  3. Dalil — Tauhid dan Orang Tua Sekaligus
  4. Yang Perlu Dilakukan
  5. Kursus Ruqyah Bulanan

Ibrahim ('alaihissalam) tahu bahwa membuat berhala adalah sumber penghasilan terbesar ayahnya. Namun beliau tetap membuka mulut, dan beliau berbicara dengan bahasa yang paling lembut.

Gambaran Kejadiannya

Ayahnya, Azar, duduk sepanjang hari memahat berhala. Mata, hidung, kepala — makin sempurna, makin mahal harganya. Dari usaha inilah ia menjadi salah satu orang kaya di kaumnya.

Sang anak berdiri memperhatikan — batu itu tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak pula bergerak. Orang yang membuatnya dengan tangannya sendiri, justru dialah yang menundukkan kepala di hadapannya, memohon rezeki, dan memohon kesembuhan dari penyakit.

Ibrahim ('alaihissalam) memutuskan untuk menyampaikan kebenaran kepada ayahnya. Tetapi jika kebenaran itu disampaikan, penghasilan rumah terhenti, usaha terhenti, dan mungkin kemiskinan pun datang.

Meski begitu, beliau tetap menyampaikannya. Dan beliau memulainya dengan sebuah panggilan yang semestinya meredakan amarah siapa pun yang mendengarnya.

Penjelasan Syekh

Beliau tidak berkata, 'Wahai orang kafir', tidak pula berkata, 'Wahai orang bodoh'. Beliau berkata, 'Wahai ayahku tercinta'.

Syekh Bali menunjukkan bahwa dalam Surah Maryam, Ibrahim ('alaihissalam) berulang kali memanggil dengan 'Ya Abati'. Logikanya pun sederhana: yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak berguna sama sekali, bagaimana mungkin menjadi ilah? Ilah haruslah Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Kuasa.

Jawaban sang ayah keras: 'Apakah engkau berpaling dari tuhan-tuhanku? Jika engkau tidak berhenti, aku akan melemparimu dengan batu.' Ibrahim ('alaihissalam) menjawab, 'Salamun 'alaik' — dariku tidak akan ada kesusahan yang sampai kepadamu.

Dalil — Tauhid dan Orang Tua Sekaligus

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik (Surah Al-Israa 17:23 — Indonesian Islamic Affairs Ministry; terjemahan ayat secara lengkap)

Ucapan-ucapan Ibrahim ('alaihissalam) tercantum dalam Surah Maryam. Beliau bahkan beristigfar untuk ayahnya; kemudian ketika menjadi jelas bahwa ayahnya adalah musuh Allah, beliau memutuskan hubungan.

Yang Perlu Dilakukan

  1. Saat menyampaikan kebenaran, jagalah bahasa tetap lembut — tidak pernah ada orang yang mendapat hidayah karena dicaci.
  2. Walaupun menegur kesalahan ayah dan ibu, jangan tinggalkan adab — ingatlah panggilan 'Ya Abati'.
  3. Jangan berpegang pada yang haram karena takut penghasilan berkurang — Pemilik rezeki hanya satu.
  4. Teruslah berdoa untuk orang-orang yang Anda nasihati; hasilnya ada di tangan Allah.

Kursus Ruqyah Bulanan

★ 12 sesi ruqyah langsung ★ Video rekaman setiap sesi ★ Catatan sesi terpisah untuk setiap sesi ★ Paket diagnosis senilai 500 taka hanya 150 taka ★ Kesempatan berkonsultasi dalam grup bersama raqi ★ Grup Telegram tersendiri ★ Grup diskusi terpisah untuk saudara dan saudari ★ Sesi tersendiri untuk masing-masing masalah ★ Segmen panduan dan tanya jawab di setiap sesi

Hadiah (biaya) kursus hanya 490 taka. Untuk bergabung, tulis Session di pesan — insya Allah saya kirimkan tautan formulirnya.


Sumber: Disarikan dari ceramah Syekh Wahid Abdussalam Bali

Terjemahan dan penyusunan: Raqi Faisal Ahmed Sabit — Pusat Penyembuhan Ruqyah Al-Qur'an

Baca juga